Filed under: Linux
Saat ini lagi trend Unified Communication(UC) yang merupakan integrasi perangkat-perangkat komunikasi seperti email, messeging(chat) dan voip. UC sudah dipromosikan dengan gencar oleh perusahaan-perusahan IT kelas dunia seperti Microsoft, Adobe, Nortel, Cisco, IBM, Avaya, Juniper dll. Pada komunitas open source kita dapat memperolehnya secara free dengan aplikasi Zimbra (Email Server), Openfire(Messaging) dan Asterix (VOIP).
Pada bagian ini saya hanya membahas integrasinya Openfire dengan LDAP database pada Zimbra, sehingga ketika buat account baru utk email pada zimbra server, sekaligus account pada messeging Openfire. Keuntungannya sebagai single sign on untuk akses email dan messeging. Selain itu kita bisa memiliki sistem messeging yang menggunakan domain sendiri baik untuk pemakaian tertutup (intranet) atau tersambung pada sistem internet publik (externet). Untuk linkungan kantor atau organisasi hal ini dibutuhkan sebagai pengganti messeging sistem publik sepeti Yahoo Messenger, MSN, Google Talk dan lainnya. Tetapi openfire mnyediakan fasilitas koneksi untuk integrasi dengan sistem messeging publik tersebut dengan pengontrolan yang di atur oleh kita sendiri.
Integrasi OpenFire dan LDAP (Zimbra)
Filed under: Linux
Saya pernah meng-install Zimbra Email Server pd salah satu sister company drp perusahaan tempat saya bekerja. Seminggu terakhir ini IT supportnya beberapa kali menghubungi saya karena Email Servernya tdk bisa receive & send email. Saya sebel juga karena mengakses server secara remote ke sana sulit sekali pd jam kerja, makanya saya lakukan pada malam hari.
Pertama saya coba masuk ke zimbra admin dan mengecek deferred email yang ada. Ternyata jumlahnya sampai 400-an. Kelihatan emailnya stuck di sini. Ternyata erorrnya menunjukan antiviusnya tdk bekerja. Lalu saya cek kembali dgn console zmcontrol status nya dan ternyata memang tdk running. Kemudian coba saya lakukan restart zimbra dan antivirusnya tetap mati.
Selanjutnya saya cek langsung status antivirusnya dgn command “zmclamdctl status” yg kemudian menampilkan file clamd.pid tdk ada. Setelah saya cari2 problemnya di forum zimbra dan google, kejadian tersebut menunjukan bahwa program antivirus gagal membaca databasenya. Seperti biasa pencarian problem di forum dan google biasanya bukan solusi tuntas..tas..tas…(kayak pil tuntas). Tetapi merupakan petunjuk2 (clue) yg mengarah ke penyelesain masalah. Jadi kita harus pintar2 men-diagnosa problem berdasarkan gejala (symtomp) yg ada, lalu di cocok-cocokan dgn informasi yg di dpt dr forum atau artikel google. Kayaknya kerjanya mirip dokter men-diagnosa penyakit juga…… Pake metode trial & error. Semakin pakar/expert keberhasilan trial & error juga semakin tinggi. Biasanya mulai dari dosis yg rendah lalu di lanjutkan ke dosis yg lebih tinggi. Kasih obat utk gejala yg muncul dan kalau muncul gejala baru lainnya kemudian akan diberikan obat baru utk gejala tersebut. Jadi sama persis sama saya, setelah saya coba metode atau obat tersebut saya akan menunggu reaksi berikutnya, pasrah dan berharap penyakimya segera teratasi.
Fathan sakit peyut…(Maksudnya sakit perut). Anak kedua ku ini berumur 1Th 2Bln, Fathan Putra Ramadan. Lahir 2 Oktober 2006 ketika bulan puasa Ramadan. Siang kemaren dapet telepon dr Bunda Fathan. Dgn nada panik memberi khabar Fathan mencret2 dan kecepirit (sorry rada jorok…..) berkali2. Dr kabarnya kelihatan dramatisir banget. Aku disuruh pulang2 cepet dr kantor utk mengantar Fathan ke dokter.
Filed under: Linux
Awal thn ini IT di kantorku berencana menambah 1 buah koneksi internet sbg backup, tetapi aku sekalian engajukan dua tambahan. Jadi total koneksi intarnet di tempatku ada 3 ISP, salah satunya speedy. Utk memaximalkan penggunaan aku memikirkan utk mengunakan router multi load balancing yg dpt membagi beban bandwithpd masing2 ISP. Sayangnya proxy server yg aku gunakan saat ini IPCop tdk support utk itu.
Pertama aku melirik produk Planet router X402 yg harganya cukup murah (900 ribuan). Tetapi hasilnya mengecewakan, tdk stabil dan tdk fail over kalau salah satu koneksinya mati. Akhirnya aku mencoba aplikasi pfsense ( www.pfsense.org ) yg merupakan aplikasi dr distro Monowall yg berasal dr varian FreeBSD.
Setelah download file isonya (nggak lebih dr 30MB), langsung aja di bakar di CD. Kemudian aku siapkan 1 PC Compaq bekas 800MHz dgn RAM 256MB serta 4 buah NIC (1 LAN dan 3 WAN/ISP). Kemudian mulailah melakukan reboot dgn cd live pfsense.
Proses instalasi dgn cd live pfsense ini sebenarnya mudah (menurut saya…). Tinggal enter yes.yes… saja. Jadi saya lewatin saja penjelasan detailnya. Hasil dr cd live ini bisa di simpan ke hardisk atau ke media lain spt usb flashdisk. Tetapi saya menyimpannya ke hardisk saja. Kalaupun ada permintaa utk setting network card dapat kita lewati dulu.
Anak perempuan ku tercinta Nabila Lathifa Putri Rahmanda 3 thn 9 bln dgn panggilan Lala, hari ini mulai ujian atau testing di TPA tempat dia belajar 5 bulan terakhir ini. Kasihan juga kadang melihatnya kalau bundanya mulai kehilangan kesabaran ketika mengajarkannya huruf A-F, angka 1-5 dan beberapa doa serta ayat2 AlQuran pendek. Gampang memang…tetapi utk anak seumur itu……? Kalau ketahuan Kak Seto bisa di omelin nich.
Ketika mulai masuk 5 bulan yg laluLala belom bisa duduk tenang utk konsentrasi belajar utk waktu 5 menit saja. Ada aja triksnya utk mengalihkan perhatian dan mengulur2 waktu. Dia suka menanyakan hal2 yg diluar topik belajar utk memancing bundanya menyerah mengajarinya. “Yah sudahlah besok aja….” kata bundanya kalau sdh menyerah dan Lala bisa melanjutkan maennya lagi…
Tetapi seminggu ini Lala sdh banyak perubahan. Di sekarang bilang “Lala mau kerjain PR dulu Bunda…..” dan saat itu sebentar lagi akan berangkat ke Ancol. Padahal sdh sebulan ini dia selalu mengajak liburan ke Ancol. “Ayah ke Ancol yuk…”. Nggak nyangka ternyata pelan2 Lala sdh punya rasa tanggung jawab terhadap kewajibannya utk belajar.
Tadi malam Bundanya cerita bahwa temen2 sekelasnya Lala masih banya yg kemampuan hapalnya di bawahnya. Saya terhenyak kaget/suprise senang . Saya sebelumnya agak meremehkan ketika melihatnya belajar dan laporan dgn bundanya kalau Lala sulit kosentrasi dan gampang lupa. Saat itu saya cuma bisa bilang “Lala masih kecil, dia memang masih suka main2…” utk menghibur Bundanya yg mulai frustasi.
Hari ini Lala minta di antarkan ayahnya ke sekolah. Aku mengantarkannya ke hingga bibir pagar dan melihatnya masuk ke dalam kelas mungilnya. Dalam hatiku “Nak ayah cuma bisa antar kamu sampai ke sini. Nanti di dalam sana engkau harus berjuang sendiri.” Entah apa yg aku ajarkan/bekalkan kpdnya cukup. ….Tapi aku yakin kamu sanggup, bahkn kadang suka diluar dugaanku.
Cinta Ayahmu…………
Filed under: Uncategorized
Di Notebook yg menggunakn AMD Turion64bi dan Opensuse 10.3 64bit KDE ini, ternyata perlu trick utk menginstallnya. SAPGUI (PlatinGUI-Linux-700r4.jar) yg tersedia dr CD atau download dari ftp.sap.com ternyata tdk ada yg tersedia utk linux 64bit. Waktu pertamakali di coba langsung saja muncul error. Berikut ini cara saya meakukan install di notebook :
1. Install JVM 32 bit.
Sebelumnya di Notebook saya sd menginstall JVM6 (java-1.6.0-sun) melalui YAST ttp SAPGUInya tgl bisa running. Utk itu saya menggunakn file bin JVM 32bit yg pernah saya download dr website Sun, yaitu jre-1_5_0_09-linux-i586-rpm.bin
# ./jre-1_5_0_09-linux-i586-rpm.bin
# rpm -ivh jre-1_5_0_09-linux-i586-rpm
File directory javanya terletak pada /usr/java/jre1.5.0_09/bin/java dan di test.
# /usr/java/jre1.5.0_09/bin/java -version
Bila sesuai dgn versi nya dan tdk tertulis 64bit berarti sukses.
2.Install compat-libstdc++…. (rpm) atau libstdc++2.10… (deb)
3. Instal Java SAPGUI
- Extract file PlatinGUI-Linux-700r4.jar
# /usr/java/jre1.5.0_09/bin/java -jar PlatinGUI-Linux-700r4.jar
- Jika terjadi error krn td kompatibel dgn JNI nya kita bisa extract dulu dgn JVM default yg kita install melalui yast tadi
# jav -jar PlatinGUI-Linux-700r4.jar
- Hasil extractnya pada /opt/SAPClients/SAPGUI7.00rev4
- Lakukan edit path jvm 32 bit dan export setting pd Xorg linux dgn menambahkn 2 line ini pada bagian atas script berikut /opt/SAPClients/SAPGUI7.00rev4/bin/guilogon
export LIBXCB_ALLOW_SLOPPY_LOCK=1
PLATIN_JAVA=”/usr/java/jre1.5.0_09/bin/java”
4. Jalankan SAPGUI dgn execute script guilogon
#/opt/SAPClients/SAPGUI7.00rev4/bin/guilogon
5. Setting SAPGUI
- Klik New
- Pilih Advance
- Isi Description
- Klik option Use Expert Configuration dan isi conn=/H/[IP_Address_SAPServer]/S/32[System] tau misalnya conn=/H/10.1.2.100/S/3200
- Save
Silahkan di coba
Filed under: Uncategorized
Cukup memusingkan utk mengaktifkan wirelles di Compaq Presario V3412AU AMD Turion64. Pertama kali instal opensus Wifi langsung dapat terdeteksi dan dikenali sbg Broadband 4312 . Tetapi setelah berusaha di setting san sini, koneksi tetap saja tdk bisa. Akhirnya setelah coba browsing sana ini ketemu juga caranya dgn ndiswrapper.
1.Pastikan driver lama bcm43xx di uninstall
- Delete wireless conection pada Network Manager
- Uninstall bcm43xx melalui yast
- Setting blacklist pd /etc/modprobe.d/blacklist dgn menambahkan “blacklist bcm43xx”
- Reboot
2. Install ndiswrapper dgn yast
3. Karena Windows drivers sdh pernah saya coba dan gagal, sedangkan yg ada di support ww.hp.com cuma utk Vista. Saya cari driver Broadcom 43xx utk versi XP/2000 yg dpt download di http://www.station-drivers.com/page/broadcom.htm . Setelah selesai lakukan unzip -># unzip bcm*.zip . Karena hasil unzip tadi adalah file BCM*.exe maka saya melakukan instalasi dulu dgn cabextract (cabextract dpt di install dgn Yast). Lalu hasilnya pada directory BCM.
4. Install driver Wifi dgn ndiswrapper
#sux – (root login)
#cd BCM
#ndiswrapper -i bcmwl5.inf
#ndiswrapper -l (check hasil install)
#ndiswrapper -m
#modprobe ndiswrapper
5. Loading ndiswrapper ketika boot utk 10.3
Buka file /etc/sysconfig/kernel dan edit sbb MODULES_LOAD_ON_BOOT=”ndiswrapper”
6. Configuration pd Network Device (Yast) secara manual
- Klik Add
- Pilih/isi Device Type dgn “Wirelles” dan Module Name dgn “ndiswarpper”
- Setting IP Address, DNS, Gateway
- Setting Wirelles ID dan securitynya
7. Reboot
Filed under: Linux
Begitu selesai instal Opensus 10.3 KDE, yg langsung ku cek adalah seting utk dual monitor bagi penggunaan LCD Projector. Beda dgn Windows, biasanya tinggal tekan Fn+F4 di notebok saya. Utk di linux kita harus aktifkan dual monitor. Caranya adalah buka Yast Control Manager -> Hardware -> Grapics Card & Monitor ( atau ketik #sudo sax2 ). Setelah muncul Graphic Properties, ternyata option Active Dual Head Mode dan 3D nya tdk enable…(garuk2 kepala). Langsung saja tanya ke Prof Google. Utk notebook ku Compac Presario V3412AU menggunakan chipset graphic NVidia Geforge Go 6150.
Ada hal yg sangat penting sebelum kita melakukan setting Xorg, yaitu melakukan backup file xorg.conf yg asli. Jadi kalau display padam kita bisa kembalikn ke settingan awal.
#cp /etc/X11/xorg.conf /etc/X11/xorg.conf.asli
selanjutnya buka link ini : http://en.opensuse.org/Nvidia dan langsung klik tombol hijau utk download Yast execute script ( http://opensuse-community.org/nvidia.ymp yg langsung mendownload dan menginstall file2 nvidia yg di perlukan. Setelah proses install dpt di restart . Kalu installnya berhasil, ketika proses startup pada screen akan tampil logo NVidia berwarna hijau, berarti proses install sukses
Ada 2 cara utk setting, yaitu melalui Yast Control Manager atau melalui NVidia XServer Setting
- Colok dulu konector display pd Display Out di notebok. K
- Klik System – Configuration – NVidia X Server Setting.
- Klik XServer Display Configuration
- Kalau tdk muncul 2 display, klik saja button Detect Displays.
- Pilih Display ke 2 dan klik button Configure , lalu plih TwinView.
- Atur resolusi monitor sesuai kebutuhan.
- Klik button Apply.
Configurasi bisa di save jika user root. Pengalamn saya pertama kali setting agak membingungkan. Biasanya di Windows antar display 1 dan 2 sama persis. Tetapi di sini display 2 bisa merupakan layar presentasi kosong saja. Jadi bisa di setting drag & drop dr satu display dgn display lainnya. Tetapi jika ingin settingan sama persis di kedua display tinggal pilih bagian position = Clone.
…….
Filed under: Linux
Awal November akhirnya CD Ubuntu Gutsy datang juga setelah lebih sebulan aku pesan. Saat itu seneng banget dipamerin sama org kantor satu ruangan. Aku pesan 2 CD, yaitu versi desktop 32bit dan AMD64. Aku memang sdh rencanakan utk menggantikan OS paket yg dibeli bersama Notebook Compaq V3412AU AMD Turion64.
Nggak lama langsung aku install versy Gutsy AMD64. Semuanya lancar seperti nggak ada masalah. Selanjutnya utk video dan wifi mesti di install melalui Restricted Manager dan semuanya di kenali. Tetapi setelah di coba setting wifinya ternyata nggak bisa konek2 ke access point kantor (fuuuh…). Batterynya juga boros sama seperti Feasty dulu. Dgn Vista Home Basic bisa 2 jam lebih dan kalau dgn Gutsy cuma 1 jam. Borosnya ternyata sampai 100%. Ada saran utk ubah dr setting default tsb dgn ini- itu, ttp seharusnya setting defaultnya harus hemat energi menurut ku.
Selanjutnya coba install aplikasi SAPGUI Java. Itu juga nggak sukses. Ttp hal ini karena SAPGUI Java dr SAP hanya support utk JRE 32bit. Selanjutnya aku copy folder java jre 32 bit dr tempat lain dan buat pathnya utk SAPGUI. SAPGUInya pun berhasil muncul di screen 1/2 luas monitor….(fuuuh lagi).
Iseng2 jalan2 ke mirror kambing aku mentok di directory OpenSUSE. E.. ternyata OpenSuse 10.3 cukup 1 CD, karena dulu versi 10.1 aku mesti download 5 cd. Coba ah…
Aku download versi Opensuse 10.3 KDE 64bit dan Live CD KDEnya juga, lalu di bakar di atas CD. Selanjutnya aku coba2 Live CDnya, ternyata menarik juga. Dan akhirnya aku install versi KDE 64bitnya. Proses instalasinya berjalan lancar dan semua harwarenya di kenali. Mudah2an Wifi-nya bisa jalan ….harapku. Setelah itu aku setting langsung Wifiku…tetapi ternyata masih nggak bisa konek juga…(apesdech). Ternyata wifi Broadcom di notebookku ini sulit sekali di kenali. Apa karena pake yg versi 64bit? Tak tahu lah…nanti aku cari lagi pemecahannya…..
Selanjutnya aku coba install SAPGUInya. Sama seperti install waktu di Gutsy dulu pake jre 32bit. Tetapi ternyata lebih buruk hasilnya, SAPGUI tdk muncul sama sekali…ada error antara java dan xlib componen dr xorg. Setelah tanya sana sini sama Prof. Google. Akhirnya ketemu juga…….SAPGUI dpt tampil penuh pada monitor ku. Sepertinya utk kasus di Gutsy juga pake pemecahan yg sama…(nanti aku tulis detailnya)
Yg membuatku senang dgn OpenSuse 10.3 ini adalah power batterynya bisa lebih dr 2 jam, waktu startup & shutdownnya cepat dan loading aplikasinya terasa cepat di bandingkan dgn Gutsy. Apakah hal ini karena Gutsy menyertakan compiz pd setting defaultnya. Setahuku setting defaultnya tdk mengaktif compiz ini. Tak tahulah awak….males mikirnya.
Yg Jelas OpenSuse 10.3 telah menjadi penghuni notebookku, menyisihkan Gutsy dan Vista. Semoga saya bisa mencintainya sampai batas kesabaran dan keingintahuan saya habis sudah………
Filed under: Uncategorized
Hello World!
Ini biasanya kalau ita memulai suatu mempelajari program komputer yg baru. Semacam pernyataan dan itikad utk memulai belajar dan membangun……
Sudah mengenal internet dr thn 1995. Mulai dgn akses dialup yg lambat sekali 14,4 Kbps. Waktu itu kalau pengen lihat gambar jpg Jane Seymour lama banget, ttp tetap sabar menunggu…. Hehehe…….
Sekarang baru mau buat blog. Biar bisa curhat2an katanya dgn yag lain……Ternyata aku bukan yg paling tua…..utk belajar.